Cara Cermat Mengelola Gaji Bulanan

Di era modern ini, kesulitan dalam mengelola gaji bulanan tidak hanya dialami oleh beberapa orang saja. Banyak orang yang bingung cara mengelola keuangan setiap bulan dengan benar. Parahnya terdapat segelintir orang yang kehabisan uang di pertengahan bulan. Simak ulasan berikut ini mengenai tips mengatur gaji bulanan agar cukup sampai akhir bulan.


Cara Mengatur Gaji Bulanan

1. Membuat anggaran Bulanan

Agar pengeluaran Anda terkontrol, buatlah rencana anggaran dalam satu bulan berdasarkan kebutuhan Anda di aplikasi keuangan yang dapat didownload di smartphone Anda. Pada dasarnya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi tiga yaitu primer, sekunder dan tersier. Dalam rencana anggaran ini, buatlah daftar kebutuhan primer meliputi biaya makan, biaya listrik dan air, cicilan, dan ongkos bekerja.

Yang kedua adalah kebutuhan sekunder meliputi biaya untuk pakaian, untuk membeli barang yang Anda inginkan, untuk membeli perabotan rumah. Dan untuk kebutuhan tersier seperti perhiasan, liburan, dan lain-lain. Untuk kebutuhan tersier sendiri, bisa ada bisa tidak bergantung pada keinginan Anda. Karena kebutuhan tersebut bersifat optional hanya untuk memenuhi keinginan.

2. Segerakan membayar tagihan

Setelah Anda menerima gaji, prioritaskan untuk membayar segala tagihan di awal terlebih dahulu. Bertujuan agar tidak terlalu menumpuk dan malah menambah beban Anda. Hal ini perlu dilakukan agar tidak mengganggu kebutuhan Anda yang lain.

3. Menyisihkan sebagian gaji untuk tabungan

Apabila selama ini Anda tidak terbiasa menyisihkan gaji untuk menabung, biasakanlah mulai dari sekarang. Selain bermanfaat untuk menekan pengeluaran Anda yang tidak terlalu penting. Menabung juga dapat Anda jadikan sebagai  investasi di masa yang akan datang. Atau bias juga Anda gunakan untuk keperluan yang benar-benar mendesak.

4. Membuat laporan keuangan harian

Jika Anda selesai berbelanja, jangan langsung membuang struknya. Simpanlah setiap struk pembelanjaan Anda. Kemudian catat seluruh pengeluaran tiap harinya, agar Anda mengetahui digunakan untuk apa saja uang yang Anda miliki. Selain itu, Anda juga bias menganalisa barang-barang yang tidak perlu dibeli dibulan berikutnya.

5. Bijak dalam menggunakan kartu kredit

Jika Anda memiliki kartu kredit, gunakanlah alat tersebut dengan cerdas dan bijak. Kartu kredit dapat Anda jadikan sarana dalam menghemat pengeluaran bulanan. Tak jarang terdapat penawaran promo dengan menggunakan kartu kredit. Hal ini dapat Anda manfaatkan untuk menghemat uang.

6. Investasi

Apabila kebutuhan Anda telah terpenuhi dan telah menyisihkan uang untuk ditabung namun masih memiliki sisa gaji. Investasi Sisa gaji tersebut dapat Anda manfaatkan untuk berinvestasi atau mengikuti asuransi. Dalam investasi, uang Anda akan disimpan dalam bentuk lain dan akan dapat diambil pada saat tertentu sesuai kesepakatan. 

Salah satu cara mengatur keuangan yang efektif adalah membiasakan diri untuk mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan. Selain itu, Anda juga perlu mematuhi peraturan keuangan yang Anda buat sendiri. Anda harus menghargai usaha dan kerja keras yang telah Anda lakukan dengan bijak dalam menggunakan uang yang Anda peroleh. 

Share:

4 Tips Penting Dalam Merawat Lantai Marmer

Menggunakan lantai dari  marmer merupakan pilihan yang tepat untuk membuat bangunan rumah Anda tampak mewah. Fagetti sebagai supplier marmer utama di Indonesia saat ini membuat Anda bisa mencari  berbagai pilihan marmer yang cocok untuk desain rumah Anda. Namun, selain memilih marmer dari supplier terbaik dan terpercaya, Anda juga harus melakukan perawatan dengan tepat pada lantai marmer Anda agar bisa tetap terawat dan berkilau. 


Berikut cara perawatan marmer yang tepat agar tetap berkilau. 

1. Mengepel dengan air panas

Mengepel marmer dengan air panas  akan lebih ampuh untuk menghilangkan kotoran dibanding menggunakan air biasa. Cara ini juga cukup mudah karena Anda tidak perlu menggunakan larutan-larutan yang beresiko merusak marmer. 

2. Menggunakan detergen yang memiliki pH netral

Fagetti sebagai supplier marmer utama di Indonesia selalu memberikan pelanggannya marmer dengan kualitas yang terbaik. Namun, Anda harus tetap membersihkan marmer dengan cara yang tepat agar lantai marmer tersebut tidak mudah rusak. Caranya adalah dengan menggunakan detergen yang memiliki pH netral. Hindari menggunakan deterjen dengan kandungan asam karena bisa menggores marmer dan membuat kilaunya pudar. 

3. Segera membersihkan jika terkena cairan

Berbagai jenis marmer yang bisa Anda dapatkan di supplier marmer merupakan batu yang berpori. Ini membuat cairan yang tumpah di atas marmer akan menyerap ke dalam jika tidak segera dibersihkan sehingga membuat marmer menjadi berubah warna atau memunculkan noda. Sebaiknya segera bersihkan dengan kain pel jika Anda menumpahkan cairan ke lantai marmer. 

4. Menggunakan kain pel yang lembut

Kain pel yang paling aman untuk lantai marmer adalah kain pel yang terbuat dari bahan microfiber. Bahan ini memiliki muatan positif yang bisa membuatnya mengangkat muatan negatif yang menempel pada lantai marmer seperti berbagai kotoran atau lemak. 

Itulah cara yang tepat yang bisa Anda coba untuk perawatan marmer. Untuk mendapatkan marmer yang terbaik, Anda bisa mendapatkannya di supplier marmer yang terpercaya, salah satunya adalah Fagetti sebagai supplier marmer utama di Indonesia. Dengan membeli marmer yang berkualitas dan perawatan yang tepat, lantai marmer Anda akan selalu tampak mewah dan berkilau. 



Share:

5 Alasan Mengapa Mesin Cuci Bisa Cepat Rusak Hingga Perlu Servis

Bagi kebanyakan masyarakat perkotaan, adanya mesin cuci tentu ibarat hal wajib yang harus dimiliki tiap rumah. Lantaran bisa diandalkan untuk mencuci pakaian, mesin cuci dinilai menjadi salah satu alat yang meringankan pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, mesin yang rusak hingga harus mencari jasa service mesin cuci tentu menjadi pukulan berat para Ibu Rumah Tangga. Yuk, kenali alasan mengapa mesin cuci cepat rusak berikut ini.


Alasan Mesin Cuci Cepat Rusak

Bukan tanpa sebab mengapa mesin cuci yang semula bekerja normal bisa rusak dan harus diservis. Hal ini sebagian besar dipengaruhi karena faktor penggunaannya. Seringkali dianggap sepele, nyatanya kebiasaan buruk dalam menggunakan mesin cuci lah yang memicu alat ini cepat rusak dan perlu service mesin cuci. Nah, kira-kira apa saja kebiasaan buruknya?

1. Penggunaan Deterjen yang Berlebihan

Tahukah Anda, rupanya menggunakan deterjen yang berlebihan juga bisa menyebabkan kerusakan pada mesin cuci? Ya, terdengar sepele, namun nyatanya benar demikian adanya. Pasalnya, menggunakan deterjen yang berlebihan ternyata dapat meninggalkan sisa alias residu yang jika tidak dibersihkan segera bisa menyebabkan mesin berjamur. Jika sudah muncul jamur, maka tak ayal mesin cuci bisa rusak karena usang.

Untuk itu, perhatikan penggunaan deterjen sesuai kebutuhan. Jika cucian banyak, maka tidak ada salahnya Anda menggunakan deterjen yang banyak. Namun jika cucian sedikit, alangkah baiknya sesuaikan dengan takaran yang ada. Tidak hanya deterjen saja, hal ini juga berlaku pada pewangi dan pelembut pakaian.

2. Mesin Ditaruh di Tempat yang Lembab

Alasan lain mengapa mesin cuci bisa rusak meski Anda jarang memakainya adalah lantaran posisi meletakkannya yang tidak pas. Coba cek kembali dimana Anda menaruh mesin satu ini. Jika Anda menaruhnya di tempat yang lembab, misalkan di dekat kamar mandi, maka siap-siap saja mesin Anda mengalami kerusakan yang lebih cepat. Pasalnya, tempat lembab bisa menyebabkan sparepart berkarat dan mesin korslet.

Untuk itu, hindari meletakkan mesin cuci di bagian-bagian lembab di rumah Anda. sebaliknya, letakkan mesin cuci di tempat yang kering agar sparepart awet, tidak berkarat, dan tidak korsleting. Terlebih pada mesin berjenis front loading. Meletakkannya di tempat berkarat hanya akan membuat modul kontrolnya cepat rusak.

3.Beban Cuci Mesin Terlalu Berat

Alasan ketiga mengapa mesin cuci Anda mengalami kerusakan hingga harus diservis adalah karena Anda memberinya beban cuci yang terlampau berat. Rasa malas memang terkadang menyerang dan tidak bisa disalahkan jika Anda memasukkan banyak pakaian kotor sekaligus ke dalam mesin. Namun imbasnya, pakaian yang melebihi kapasitas akan membuat motor penggerak mesin rusak.

Untuk itu, hindari memasukkan banyak pakaian sekaligus ke dalam mesin cuci Anda. Pilah pakaian berdasar warna dan jenisnya lalu cuci ke dalam masing-masing kategori tersebut tanpa melebihi daya tampung mesin cuci Anda. Dengan cara ini, dijamin motor penggerak mesin tetap aman dan mesin Anda tidak akan rusak.

4. Mesin Jarang Dibersihkan

Jarang membersihkan mesin rupanya juga dapat menyebabkan mesin cuci cepat mengalami kerusakan lho. Pasalnya seperti yang sudah dijelaskan di awal, sisa-sisa deterjen dan kotoran baju yang tidak dibersihkan secara berkala dapat menempel di filter sehingga menyebabkan timbulnya jamur.

Untuk itu, ada baiknya Anda membersihkan mesin secara teratur. Tidak hanya bagian luar saja, bersihkan juga bagian dalam mesin agar filter tetap terjaga keawetannya dan bakteri hilang seketika.

5. Mesin Tidak Dimatikan Saat Tidak Dipakai

Terakhir, alasan yang membuat mesin cuci rusak adalah tidak dicabutnya kabel dari sumber listrik ketika mesin cuci tidak digunakan. Selain membuat listrik boros, tidak mencabut listrik juga bisa menyebabkan mesin korslet. Untuk itu, cabut kabel agar listrik awet ya.

Demikian ulasan kali ini tentang alasan mengapa mesin cuci rusak hingga butuh service mesin cuci. Semoga bermanfaat.

Share:

Terkini